Lima Orangutan Dilepaskan ke Kehje Sewen
SAMARINDA,
Yayasan BOS di Samboja Lestari kembali
melepasliarkan lima orangutan Pusat Rehabilitasi
Orangutan Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur,
Kalimantan Timur.
Pelepasliaran ini merupakan
yang ke-14 kalinya dilaksanakan sejak tahun 2012 lalu
oleh Yayasan BOS bekerja sama dengan BKSDA Kaltim.
“Dua jantan
dan tiga betina, dengan satu pasangan induk-anak, akan berangkat
dari Samboja Lestari langsung menuju ke Hutan Kehje Sewen dalam perjalanan
darat yang memakan waktu kurang lebih 20 jam, dengan berhenti setiap dua jam
untuk memeriksa kondisi orangutan dan memberi mereka makanan serta minuman,” ujar CEO
Yayasan BOS Dr. Ir. Jamartin Sihite didepan para pewarta berita di
kantor BKSD Kalimantan Timur Senin (4/12) siang.
Menurutnya
Salah satu orangutan yang dilepasliarkan, Santa, akhirnya kembali pulang. Ia
diselamatkan di Muara Wahau tahun 2014 lalu, dan menunjukkan sifat liar saat itu, namun ia
masih terlalu muda untuk langsung dilepasliarkan ke habitat alami. “Kini ia
telah berusia 6 tahun dan siap untuk dilepasliarkan. Kami sangat senang bisa
mengembalikan para orangutan ini, termasuk Santa, Sebelum Hari Natal,”
tambahnya.
Dikatakan Jamartin dengan tambahan 5 orangutan tersebut membuat jumlah populasi orangutan yang dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen
sejak tahun 2012 lalu, menjadi 80.
“Fokus
Yayasan BOS adalah untuk memberikan kebebasan kepada orangutan yang kami rawat.
Orangutan di bawah perawatan kami berhak hidup di habitat alami dan orangutan
yang hidup di hutan berhak mendapatkan perlindungan untuk bisa hidup aman dan
bebas,”
tuturnya.
Lebih jauh dirinya menyebutkan jika Tahun ini pihaknya telah
menyiapkan sejumlah pulau pra-pelepasliaran baru. Pulau-pulau pra-pelepasliaran
tersebut
menyediakan tempat yang aman bagi orangutan yang telah menyelesaikan proses
rehabilitasi di Sekolah Hutan, untuk bisa hidup mandiri di hutan alami. “Saya berharap tahun depan Yayasan BOS bisa lebih
sering melepasliarkan orangutan dalam jumlah yang lebih banyak ke hutan,” tutupnya.rif/poskotakaltimnews.com